Siapa yang tidak mengenal susno duadji, jendral bintang tiga ini namanya mulai mencuat sejak kasus skandal bank century. Ia disebut-sebut terlibat dalam kasus tersebut kini sang jenderal kembali menggemparkan media massa dengan pengakuannya yaitu dengan adanya dugaan makelar kasus di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia, institusi yang telah membesarkannya. Berbagai kalangan menilai sikap susno ini sebagai momentum untuk membersihkan institusi Polri, terutama Mabes Polri dari kontaminasi mafia kasus.
Sebelum kita lebih jauh mengelupas tentang masalah ini, terleih dahulu kita artikan apa sih markus itu...???
Mencoba mencari tau dari situs search engine google, akhirnya pengertian Makelar Kasus ketemu juga dan meski tidak begitu sempurna sekali, namun paling tidak sudah dapat menjawab sedikit banyaknya rasa penasaran akan pengertian Makelar Kasus.
Dari pengertian kata makelar sendiri berarti merupakan perantara antara penjual dan pembeli. Makelar yang sudah mengenal baik si penjual dan si pembeli, maka keberhasilan akan terjadinya sebuah transaksi akan semakin besar.
Dengan pengertian makelar diatas, maka untuk pengertian makelar kasus, atau markus dapat diartikan sebagi seorang perantara yang mengenal penjahat sekaligus memiliki hubungan dengan penegak keadilan (Polisi, KPK, Jaksa), dan biasanya Makelar Kasus memberikan informasi yang dia ketahui tentang penjahat, dan kemudian Makelar Kasus akan menyampaikan informasi tersebut kepada para penegak hukum.
Sepintas dari pengertian dan penjelasan tentang Makelar Kasus diatas, maka sebenarnya tidak ada yang salah dengan pekerjaan Markus atau Makelar Kasus?
Memang tidak ada yang salah pekerjaan sebagai Markus asalkan kegiatan itu dilakukan dengan menempatkan etika dan kaidah hukum dalam prakteknya, namun untuk makelar kasus yang sering disebut-sebut di media massa adalah makelar yang tidak lagi menempatkan etika dan kaidah hukum, bahkan berupaya merekasaya sebuah perkara hukum untuk mendapatkan keuntungan yang luar biasa.
Pekerjaan seperti itu terus menurus dilakoni, karena pekerjaan sebagai makelar kasus adalah pekerjaan yang ringan dengan penghasilan yang besar, sehingga pekerjaan ini memiliki daya tarik yang sangat tinggi.
Trus bagai mana asal mula makelar kasus di tubuh polri menurut sang jenderal ..???
Menurut anggota satgas pemberantasan mafia hukum Denny persoalan makelar kasus di tubuh Polri diharapkan bisa lebih tuntas dengan melibatkan KPK. Denny menegaskan, berdasarkan penelusuran Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), laporan Susno, dan informasi lain, Satgas menemukan indikasi kejanggalan pada penanganan perkara pegawai pajak. Kasus yang diduga bentuk mafia hukum ini melibatkan penyidik Polri dan kejaksaan.
Pencabutan blokir terhadap sejumlah rekening Gayus Tambunan yang bernilai Rp 25 miliar dinilai janggal. Hasil analisis PPATK menunjukkan, transaksi pada rekening yang dipunyai pegawai negeri sipil golongan IIIA itu mencurigakan. Pencabutan blokir dilakukan pada 26 November 2009 atau dua hari setelah jabatan Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri diserahterimakan dari Susno kepada Komisaris Jenderal Ito Sumardi. Satgas juga mengantongi dokumen resmi pencabutan blokir. Satgas akan meneruskan pendalaman data dan meminta keterangan berbagai pihak karena ada indikasi korupsi pada kasus ini. Satgas juga menilai akan lebih baik jika Polri bekerja sama dengan KPK untuk mendorong penindakan hukum.
Tindakan Susno mengungkapkan adanya mafia kasus di Mabes Polri, Jumat malam, dijawab Brigadir Jenderal (Pol) Edmon Ilyas, mantan Direktur II Ekonomi Khusus Bareskrim Polri yang kini menjadi Kepala Polda Lampung, dengan mengadu ke Bareskrim Polri. Langkah Edmon sesuai anjuran Mabes Polri agar perwira yang merasa dirugikan melaporkan kasus itu ke Bareskrim Polri secara personal.
Edmon membawa barang bukti kliping berita di sejumlah media yang memuat pernyataan Susno perihal makelar kasus di Mabes Polri, yang disangkutkan dengan dirinya.
Brigjen (Pol) Radja Erizman, Direktur III Bareskrim Mabes Polri, yang namanya juga dikaitkan Susno dengan makelar kasus, belum melaporkan mantan atasannya itu.Ia juga mengaku sering melihat dua pengacara datang ke ruangan Susno sewaktu menjabat Kepala Bareskrim Polri. Ia juga mengaku memiliki bukti adanya aliran dana ke Susno.
Ada tokoh yang selama ini dicari dan menjadi saksi kunci dari kasus ini yaitu Gayus Tambunan. Siapakah dia...??? mari kita ikuti penjelasannya
Gayus Tambunan? Siapa yang sekarang ini belum mengenal yang namanya Gayus Tambunan? He he, kalau belum tau siapa itu gayus tambunan kok bisa sampe di kejar – kejar informasi oleh situs berita maupun media lainnya. Gayus Halomoan P Tambunan merupakan pegawai Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan yang disebut mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Komisaris Jenderal Susno Duadji terlibat dalam kasus pajak sebesar Rp 25 miliar. Hmm, 25 Miliar? mau diapain tuh uang sebanyak itu? coba di gunakan untuk rakyat – rakyat yang kurang mampu pasti bisa sedikit membantu untuk memberantas kemiskinan di Indonesia. Iya gak? Kalau uang di korupsi terus, mau gmana lagi nasib rakyat yang kurang mampu lainnya ya? Akan habis deh uang negara nantinya . . .
Ia besar di perkampungan padat di Warakas, Jakarta Utara. Tapi, itu dulu. Kini Gayus tinggal di perumahan elite berharga miliaran rupiah di Gading Park View, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Wow!Di Warakas, Gayus muda tinggal di rumah sederhana. Luasnya cuma selapangan bulu tangkis. Di pintu depannya tertempel stiker: Diploma Pajak STAN Jakarta. Bagian belakang rumah dibuat dua lantai, namun hanya berdinding tripleks. Kemarin, saat Tempo mengunjungi rumah lama Gayus, bangunan itu tampak tak terawat. Di ruang tamu hanya tersisa dua lemari dan satu set kursi.
“Rumah itu kosong,” kata seorang tetangga di Jalan Warakas I Gang 23 Jalan E, RT 11 RW 8 Nomor 4, Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok. “Mereka sudah pindah sejak lima tahun lalu,” kata Kholis, 38 tahun, tetangga depan rumah Gayus.
Menurut Kholis, keluarga Gayus sudah puluhan tahun tinggal di Warakas. “Gayus itu lahir di sini,” katanya. Gayus memiliki empat saudara kandung. Ia anak kedua. “Terakhir saya ketemu dua tahun lalu. Sempat mengobrol di depan rumah,” kata Kholis.
Gayus kini tinggal di kawasan elite Gading Park View Blok ZE Nomor 1. Harganya ditaksir miliaran rupiah. Rumah mewah itu kemarin tampak sepi. Hanya ada seorang pembantu rumah tangga di sana.
Sejak namanya disebut oleh mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Komisaris Jenderal Susno Duadji, rumah itu jadi buruan wartawan. Namun tak ada seorang pun yang mau memberi keterangan.
Sumber Tempo menuturkan, Gayus pernah tinggal di Apartemen Cempaka Mas. “Saat menikah, dia pindah ke Kelapa Gading,” kata sumber itu. “Dia sukseslah. Aset propertinya banyak. Mobilnya BMW seri terbaru,” ujarnya.
Direktorat Jenderal Pajak mengaku telah menyelidiki Gayus sejak tahun lalu. Direktur Kepatutan Internal Transformasi Sumber Daya Aparatur, Bambang Basuki, mengatakan pengamatan itu dilakukan saat kasusnya ditangani polisi. “Dulu, kami juga tak tahu apa yang dituduhkan (polisi kepada Gayus),” katanya.
Kasus ini mengemuka setelah Bareskrim Mabes Polri menemukan aliran dana mencurigakan yang masuk ke rekening terdakwa di Bank Central Asia Bintaro, Kota Tangerang Selatan, sebesar Rp 170 juta pada 21 September 2007 dan Rp 200 juta pada 15 Agustus 2008.
Total uang yang diterima pegawai pajak ini dari PT Megah Citra Jaya Garmindo untuk mengurus pajak perusahaan tersebut sebesar Rp 370 juta. Setelah mentransfer uang itu, terdakwa tidak mengurus apa pun meskipun perusahaan tersebut berkali-kali menghubungi terdakwa dan menanyakan pengurusan pajak dan uang yang ditransfer.
Sejak penyelidikan kejaksaan dan perkaranya disidangkan di Pengadilan Negeri Tangerang, terdakwa tidak pernah ditahan.
Namun, jaksa peneliti dalam perkara yang melibatkan Gayus Tambunan justru akan mengajukan laporan pencemaran nama baik kepada Markas Besar Polri. Selain itu, secara pribadi atau bersama-sama, jaksa peneliti juga akan menggugat secara perdata pihak yang mencemarkan nama baik mereka.
Hal itu diungkapkan jaksa Cirus Sinaga selaku ketua tim jaksa peneliti dalam perkara yang melibatkan Gayus Tambunan dalam jumpa pers di Kejaksaan Agung, Senin. Selain Cirus, tiga jaksa peneliti lainnya juga hadir, yakni Fadil Regan, Eka Kurnia, dan Ika Safitri.
Pengaduan itu akan diajukan kepada pihak yang menuding jaksa peneliti menerima uang suap dalam perkara Gayus Tambunan.
Ketika wartawan menanyakan, siapa yang akan dilaporkan dan digugat secara perdata, Cirus berkali-kali mengelak. Namun, akhirnya ia menjawab, ”Ya, siapa yang menuduh. Katanya, kalau di TV kan Pak Susno.”
Secara terpisah, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengemukakan, proses tindakan atas Gayus Tambunan sedang dilakukan secara internal oleh Kementerian Keuangan.
”Tim akan memberikan rekomendasi hukuman yang bertujuan menciptakan suasana pencegahan pada pelanggaran pegawai,” ujar Menteri Keuangan.
Itulah sang sekilas tentang Gayus Tambunan, pria yang kini menjadi milioner harus terus bersaksi dan bersaksi untuk membeberkan siapa sutradara dari kasus ini semua. Sebagaimana menurut komjen susno duaji, “Gayus dan oknum polri yang terlibat dalam kasus ini adalah pemainnya saja jadi masih ada sang sutradara dibalik ini semua”.
Semoga KPK dan Satgas mampu menguak siapa sutradara dari ini semua...
Hidup susno kebranianmu patut diacungi jempol...
Salam 86..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar